Meski bukan Sutardji apalagi Sapardi,
Cukuplah senang hati ini,
Karena ia hadir dari dalam diri,
Walau siapapun bebas memaknai
Selamat datang di rumahku. Ada yang menyebutnya puisi, sajak, prosa atau banyak lagi. Aku menyebutnya rumahkata. Beberapa aku salin kembali dari koleksi lama sejak tahun 1999 yang sudah tercerai berai entah kemana karena kebanyakan sudah masuk tong sampah begitu selesai menuliskannya.
Adalah seorang Sapardi Djoko Damono yang mengilhamiku ketika dalam sebuah kesempatan seminar beliau mengimbau untuk mulai belajar menghargai karya sendiri. Adalah karya seorang Sutardji Calzoum Bahri yang berhasil menanamkan rasa percaya diri untuk tidak terikat pada berbagai aturan yang cenderung akan mengungkung.
Maka disinilah aku putuskan untuk menyimpan berbagai kumpulan kata-kata yang bagiku amat bermakna secara pribadi, meskipun bisa jadi hanya sampah bagi orang lain.
Salam,
-JaF-